Jokowi menyapa Palembang

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jokowi menyapa Palembang

Saat berkunjung ke Kota Palembang, Sumatra Selatan, Presiden Joko Widodo mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan Mal Palembang Trade Center (PTC).

Tiba sekira pukul 19.55 WIB, Kamis (12/10/2017), Presiden Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Kehadiran Presiden yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dibalut jaket cokelat dan dipadukan celana panjang hitam tersebut membuat para pengunjung mal terkejut.

Presiden pun kemudian berkeliling mal dan melihat sejumlah toko yang ada. Saat berkeliling, tak lupa Presiden menyapa dan menerima ajakan warga untuk berswafoto.

Setelah berjalan memutari mal selama kurang lebih satu jam, tepatnya pukul 21.09 WIB, Presiden meninggalkan mal untuk kembali ke hotel tempatnya bermalam.

Tanam sawit

Pada hari kedua kunjungannya, atau hari ini Jumat (13/10/2017), Presiden Jokowi menghadiri acara penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit dan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pukul 08.40 WIB, Presiden dan rombongan berangkat menggunakan helikopter dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Pukul 09.10 WIB, mereka tiba di Lapangan Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Kemudian, mereka langsung menuju lokasi Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit tak jauh dari sana.

Meresmikan jalan tol pertama di Sumatera Selatan

Sebelumnya, pada Kamis (12/10) siang , Presiden Jokowi meresmikan jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan, yaitu jalan tol Palembang-Indralaya Seksi I yang menghubungkan Palembang-Pamulutan sepanjang 7,8 kilometer.

“Ini jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan,” ucap Presiden.

Menyambut pencapaian tersebut, Presiden pun membebaskan biaya penggunaan tol kepada masyarakat hingga akhir tahun 2017 mendatang.

“Saya minta meskipun ini jalan tol bayar, bisa dilihat dan dinikmati masyarakat awal-awal sampai akhir tahun. Jangan dipungut (biaya) dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah mendatangi proyek tol tersebut hingga empat kali. Hal ini dikarenakan proses pembangunan jalan tol tersebut yang membutuhkan perlakuan khusus.

"Kenapa tol ini saya datang? Ini sudah empat kali karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus nguruk 7 meter," tutur Presiden.

Apalagi medan yang dihadapi para pekerja konstruksi dalam membangun jalan tol tersebut cukup sulit. Sehingga, Jokowi ingin melihat dan merasakan langsung kondisi pembangunan di lapangan, seperti dikutip dari rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

"Mengeruk tujuh meter, menyedot air karena ini rawa-rawa, tapi konstruksi ini sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa? Seperti fisik tol yang lain, (tapi) saya kira lebih bagus," ungkap Presiden.

Selain itu, kehadiran Presiden juga diyakini dapat memberikan semangat dan motivasi agar pembangunan jalan tol tersebut selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Bahkan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam proyek pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terselesaikan setelah Kepala Negara turun langsung ke lapangan.

“Saya ingin setiap persoalan kita cepat selesai di lapangan,” ujar Presiden.

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda adalah salah satu contoh di mana ada dua masalah yang belum terselesaikan, yakni jalan tol tersebut harus menembus hutan konservasi dan melalui lahan yang dimiliki Kodam.

“Dua-duanya tidak berani dibebasi (lahan). Saya langsung telepon Kodam agar diselesaikan. Satu, dua hari rampung,” ucap Presiden.

Menurutnya, persoalan-persoalan seperti itu tidak bisa diselesaikan jika Presiden tidak turun langsung melihat kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, ia pun tak segan untuk selalu mengawasi langsung jalannya proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.

“Tidak bisa diselesaikan kalau kita tidak memberi perintah,” ucap Presiden.

Usai mengunjungi Palembang, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, menuju Sumatera Utara. Di sana, Presiden akan meresmikan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan-Binjai.

Peringkat terbaru UI di Asia
Keterlibatan polisi dalam dana desa
Gelora budaya dalam UU
Kemesraan TNI bersama warga
Meneladani perjuangan para veteran
Fetching news ...